Kumpulan Kata-Kata Sedih yang Menyentuh Hati dari Novel dan Drama Korea

Kumpulan Kata-Kata Sedih yang Menyentuh Hati dari Novel dan Drama Korea

Sebagian orang memilih untuk mengungkapkan kesedihannya melalui kalimat Banyak cara dikerjakan di dalam mengungkapkan ekspresi kesedihan, keliru satu mencurahkan perasaan sedihnya melalui kalimat sedih.

Melansir Medical Center University of Rochester, menulis merupakan keliru satu cara ampuh untuk mengekspresikan perasaan tak jikalau kesedihan.

Dengan menulis, seseorang dikehendaki dapat mengelola kecemasan, kurangi stres, dan depresi.

Tak cuma itu, menulis kalimat sedih termasuk dapat melakukan perbaikan suasana hati menjadi lebih baik.

Tapi, jikalau Moms masih belum punya kebiasaan menulis, dapat melacak ide melalui kumpulan kalimat sedih dan perwakilan isikan hati.

Pada artikel kali ini, dapat membahas berkenaan kalimat sedih yang dapat Moms jadikan referensi. Yuk simak!

Membaca kalimat atau kalimat sedih yang menyentuh hati, sebenarnya dapat menghangatkan jiwa.

Terkadang, kalimat sedih sebenarnya lebih mewakili perasaan ketimbang perkataan kata-kata sedih .

Nah, selanjutnya ini kumpulan kalimat sedih menyentuh hati dari novel hingga film.

1. Perahu Kertas, Dee Lestari

Kadang-kadang langit dapat nampak seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak, Bintang kamu selamanya di sana, Bumi cuma tengah berputar.

2. Rantau 1 Muara, Ahmad Fuadi

Kita berdua mungkin mempunyai kesamaan, kita tengah berlari. Aku berlari menuju sesuatu. Kamu berlari menjauhkan sesuatu.

3. Filosofi Kopi, Dee Lestari

Pegang tanganku, tetapi jangan benar-benar erat, gara-gara saya ingin bersamaan dan bukan digiring.

4. Marmut Merah Jambu, Raditya Dika

Cara yang paling gampang untuk paham apakah kita cocok dengan orang selanjutnya atau tidak adalah saat kita jadi lupa waktu.

5. Sunshine Becomes You, Ilana Tan

Sebenarnya saya tidak punya niat menghindarimu. Aku cuma mengupayakan menjauhkan perasaanku sendiri dengan menghindarimu.

Baca Juga: Crab Mentality, Fenomena Ketidaksenangan Melihat Kesuksesan Orang Lain

6. Linguae, Seno Gumira Ajidarma

Aku tidak pernah keberatan tunggu siapa pun berapa lama pun selama saya mencintainya.

7. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

Waktu dan jarak dapat menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu tambah besar, atau tambah memudar.

8. Rectoverso, Dee Lestari

Kita tak paham dan tak pernah pasti paham hingga sepenuhnya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada kelanjutannya yang dapat menyatakan cuma waktu.

9. Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer

Sekali di dalam hidup orang kudu memilih sikap. Kalau tidak, dia tak dapat menjadi apa-apa.

10. Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi, Aan Mansyur

Mantan kekasih sama seperti utang, kita tidak pernah nyata-nyata melupakannya. Kita cuma selamanya pura-pura melupakannya.

Baca Juga: Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan, Ajari Anak Sedini Mungkin untuk Tahu Prioritas

11. Saman, Ayu Utami

Tak pernah tersedia yang keliru dengan cinta. Ia isikan sesuatu yang tidak kosong. Tapi yang berjalan di sini adalah asmara, yang mengosongkan sesuatu yang pada awalnya ceper.

12. Pulang, Leila S. Chidori

Mengapa benda mati disebut sesuatu yang mati? Terkadang mereka lebih ‘hidup’ dan lebih jujur memberi tambahan saksi.

13. Habibie & Ainun, B.J. Habibie

Mau ganteng atau tidak, jikalau hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?

14. Tiga Venus, Clara Ng

Siapa takut menjadi perawan tua? Hari gini, menikah bukan kembali sebatas institusi romantis nggak jelas. Menikah adalah kerjasama dua pihak yang menguntungkan.

Persis kayak merger dua perusahaan gede. Masalahnya, saya belum sukses menemukan perusahaan yang sehat, yang saya temukan biasanya perusahaan sekarat.

15. Balada Si Roy, Gola Gong

Jangan yakin pada cinta, gara-gara itu dapat menjajah hidup kamu.

Baca Juga: Waspada Bahaya Mata Kering, Cek di Sini Apa Saja Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

16. Tenggelamnya Kapal van Der Wijck, Buya Hamka

Karena seandainya saya bertemu dengan engkau, maka matamu yang sebagai bintang timur itu selamanya menghilangkan susun kataku.

17. Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono

Aku mencintaimu. Itu sebabnya saya takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.

18. Padang Bulan, Andrea Hirata

Semua taktik yang merugikan diri sendiri itu, jikalau boleh disebut dengan satu kata, itulah cinta.

19. M. Aan Mansyur, Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi

Mantan kekasih sama seperti utang, kita tidak pernah nyata-nyata melupakannya. Kita cuma selamanya pura-pura melupakannya.

20. Donny Dhirgantoro

Dan bermimpi saja tidak dapat pernah cukup. Dan sebuah idaman sebenarnya harusnya tidak kudu benar-benar banyak dibicarakan, tetapi diperjuangkan.

Leave a Comment